Resensi sementara buat Metallium A.D

September 4th, 2007 by speedkill

- Amild.com (http://amild.com/web/v5/news.php?ch=3&cat=4&newsID=3071&pageID=)

20 Agustus 2007 | 17:09

One speedy album indeed. Sedikit melepas kerinduan dengan metal oldschool, namun tetap dikemas dengan teknologi masa kini, menjadikan album ini lebih menyegarkan.

Band yang terinfluens oleh D.R.I dan Circle Jerks ini menampilkan performa musikal yang akan menghantam telinga kalian dengan derita tak berkesudahan. Isu-isu sosial yang mereka teriakkan pun menambah bobot dari grup asal ibukota ini.

Dibuka dengan New Image Molotov yang membaptis nilai-nilai hampa. Melukiskan kelelahan mereka akan carut marut kehidupan pada umumnya. Bisa dilihat dari judul-judul yang dibeberkan di bawah, bahwa kepedulian mereka pada segala hal di sekitar mereka ini menjadi tema utama dalam penulisan lirik. Mendengarkan album perdana Speedkill ini seperti berjalan di trotoar kota sambil melihat segala macam yang kita lewati.

The heat, the speed, the noise. Band ini memiliki semuanya.Sebaiknya saat mendengarkan album ini kalian tidak membayangkan seperti apa aksi panggung Speedkill. Jangan dibayangkan, band ini adalah material yang sangat layak untuk dikejar dan diikuti jadwal pentasnya.

Tidak butuh waktu lama untuk mencerna musik mereka. Cukup dapat menghibur hati yang lara di tengah kemacetan kota.

Entah seberapa besar porsi Arian Arifin dalam meng-co.produce album ini, tapi logo buatannya memang oke. Nikmatilah album ini sampai titik maksimum!(ap)

- Apokalip.com (http://www.apokalip.com/webzine/eksplorasitiadahenti/speedkill-metallium-ad-www.apokalip.com.html)

Speedkill adalah band asal Jakarta yang mulai banyak dibicarakan akhir-akhir ini. Dan semoga rekaman ini tidak terlalu membuyarkan ekspektasi fans setia yang mungkin sudah terlalu sering menonton show mereka. Atau mungkin ini justru waktu yang tepat dan masih belum terlambat. Well let’s see, album ini dibuka oleh New Image Molotov, sebuah track dengan riff cadas ala Slayer. Beat thrash yang catchy sekaligus agresif. Begitu juga dengan John The Bronx dan Parade Kanibal Utopis yang memiliki karakter serupa. Sepintas mengingatkan pada Metallica era album Kill ‘em All. Semua sektor bermain cukup thrashing sekali, terutama pada riff gitar dan ketukan drum. Sedangkan pada vokal yang high-pitched justru mengingatkan pada Betrayer, kelompok thrash ibukota di era ‘90-an. Perbandingan lain yang lebih umum mungkin pada karakter suara Mille Petrozza [Kreator]. Kembali ke list, ada lagu Kendali Generasi yang bakal jadi anthem baru tentang semangat hidup, alkohol dan rock & roll. Semua instrumen melaju lebih cepat dan grinding pada Eksekusi Kanan Kiri, lengkap dengan raungan melodi gitar yang menyala-nyala. Cerdas sekali, I love those parts. Sensasi hardcore hadir lewat nomor Lacur dan Infeksi Kultural. Mengocok riff punk yang kental dalam tempo musik yang medium. Wah, album ini cukup mampu membius telinga saya, hingga… damn, apa ini?! Terdapat sesi balada ketika masuk ke track sembilan, When The Sun Collapsed. Petikan senar gitar plus solo yang cukup ‘glam’. Irama mulai melambat namun vokal tetap memaksakan growl. Unik sekaligus aneh. Not my style dan agak sedikit merusak mood. Seharusnya ada cara lain jika mereka mau bereksperimen. Veteran lawas kayak Testament atau Megadeth juga kerap memasukkan ’sepetik balada’ di album mereka, dan itu biasanya langsung saya skip. Apakah kali ini saya harus melakukan hal yang sama juga?… Sementara berpikir, muncul kemudian Titik Maksimum yang direkam di studio berbeda dengan bantuan mesin iblis pada drum [?!]. Pantas saja terdengar agak beda dan kurang istimewa. Sound-nya lebih raw dan cenderung old-school. Mungkin ini lebih kepada bonus track maksudnya. Sayang sekali, dua track terakhir tadi menjadi blunder untuk paket musik Metallium AD. Sehingga akhir yang klimaks sulit terjadi. Memang kelemahan album-album lokal biasanya ada pada seni meramu track-list untuk menjaga mood pendengarnya - hal yang sama juga berlaku untuk setlist konser. Namun di luar itu semua, rilisan ini punya eksekusi sound yang cukup mantap. Setiap instrumen juga bermain baik dan maksimal. Lirik yang lugas serta straight to the point. Produksinya juga lumayan kick-ass. By the way, terdapat 3/4 nama personil Seringai yang ikut memproduseri rekaman ini. Metallium AD jadi bukti bahwa Speedkill tidak terlalu muda untuk mengapresiasi musik thrashmetal. Begitu juga dengan anda. Dan rasanya Beavis & Butthead akan melompat-lompat kegirangan jika ikut mendengarkan album ini. Yeah, all thrashers will get this stuff!… [Sakk]

List Toko/Distributor CD Speedkill

September 4th, 2007 by speedkill

- Rock N Roll Tattoo (Pejaten)
- Replika (Barito)
- Soho Music (Semanggi)
- Ishkabible (Pancoran)
- Nanonine (Tebet)
- Hey Folks (Mayestik)
- Black Market (Lamandau)
- Aksara Bookstore (Kemang + Citos)
- Endorse (Tebet)
- Crooz (Duren Tiga)
- Bugs Net (Polim/Blok A)
- Syubidupap (Rawamangun)
- Monster (Rawamangun)
- Premium Nation (Cempaka Putih)
- Vertigo (Kalimalang + Bintaro)
- Chapter 9 (Bekasi)
- Poster (Depok)
- Judas (Bogor)
- 347 (Bandung)
- Riotic (Bandung)
- Arena (Bandung)
- Velvet (Puring)
- +62 (Kemang)
- Evil Cry (Barito)
- Roarr/Ari (Puring)
- Hizarre (Blok M)
- Stop n Go Distribution
- Vox (Yogyakarta)
- Slackers (Yogyakarta)
- Movement (Fatmawati)
- District Sides (Semarang)
- Indigo (Semarang)
- Rotten Apple (Surabaya)
- Lollipop (Surabaya)
- Atomic (Surabaya)
- Kzt Station (Surabaya)
- Reform Posse (Denpasar Bali)
- Noize (Teuku Umar Bali)
- Suicide Glam (Poppies Lane 2 Kuta Bali)

segera :

Revolver (Malang)
Elevate (Medan & Padang)